Skip to main content

Jangan Jadi Down Sama Hidup

Bulan pertama di tahun 2019 hampir selesai.
Bagaimana hidup?
Berjalan dengan seperti biasa.

Bagaimana harapan?
Tidak terlalu berekspekstasi tinggi, tapi tetap saja kecewa.

Mengapa?
Perasaan-perasaan mengganggu seperti merasa tidak dihargai, tidak ada apresiasi, tidak ada hal-hal baru, seperti berjalan di tempat, nothing special. membosankan.

Mark Manson dalam buku "Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat" mengatakan secara pribadi kita bertanggung jawab atas segala hal dalam hidup kita. Kita bisa mengendalikan segala hal yang menimpa kita dengan cara kita merespon. 

Bagaimana cara merespon?
Ya dengan mengatakan kepada pikiran bodo amat atau I don't care about that. Tapi, tidak ada yang namanya tidak peduli, kita sebagai manusia pasti peduli terhadap sesuatu. 

Harus ada pelampiasan.

Yap. benar. Mencari pelampiasan terhadap sesuatu hal yang mengecewakan memang perlu. Namun, pelampiasan harus dilakukan dengan kegiatan-kegiatan positif. Ketika dipandang rendah, ya kamu harus menunjukkan yang terbaik dari diri kamu, buat mereka nanti menyesal dengan penilaian mereka selama ini. Mungkin terlihat kejam, tapi setidaknya kita bisa memotivasi diri kita sendiri dengan hal tersebut.

Mencoba hal-hal baru.
Dengan kondisi sekarang, saya menjadi punya waktu untuk mencoba hal-hal baru seperti menonton film dokumenter Brexit : The Uncivil War. Menonton TED X bagaimana mereka speech di depan umum. Bagaimana bisnis berjalan, bagaimana strategi untuk mengembangkan diri, membuat video  mengenai edukasi dan lainnya.  Intinya hal-hal baru tersebut menambah pengetahuan.



Saya gak mau membawa perasaan-perasaan yang menggangu ini dalam diri. Semacam penyakit yang kian menggerogoti diri. Tidak baik. Membuat diri jadi down tidak baik. Masih banyak hal-hal yang menyenangkan untuk dilakukan, masih banyak hal-hal baru yang dapat dipelajari. Jangan jadi katak di dalam tempurung. Jangan malas untuk belajar, jangan tunggu disuapi baru belajar. 

Kalau tidak ada diberikan kesempatan belajar bagaimana?
Halah, belajar bisa dari siapa saja dan darimana saja. Buat kesempatan sendiri. Ketuk sendiri. Tapi jika tetap tidak diberikan kesempatan? Sebagai orang dewasa, sudah harus tahu berbuat apa. 

Jangan lupa kalau...
Kesuksesan apa pu selalu dimulai dari titik awal. Titik nol. 
Setidak nyaman apa pun situasi kariermu sekarang, selalu ada jalan untuk mencari peluang yang lebih baik.
Yakin.
Semua ini pasti lebih baik dari pada diam di rumah dan mengganggur seharian.

Tetap Semangat.

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...