Skip to main content

Tetap Berusaha Walaupun Diremehkan

   Beberapa waktu lalu saya bertemu dengan seorang manajer perempuan di tempat saya bekerja. Ia tidak kalah dengan dengan laki-laki di tempat tersebut. Bahkan, saat ini ia membawahi 220 tenaga kerja staff dan non staff. Luar biasa bukan.

Perempuan lulusan Fakultas Kehutanan IPB ini, memulai karirnya di PT RAPP sebagai seorang mandor di Baserah Central Nursery pada tahun 2005 silam untuk posisi Assitant Trainee. Padahal, semua orang yang ada di satu angkatannya tersebut diangkat menjadi Assitant Trainee. Walaupun demikian, ia tidak berkecil  hati dan terus mencoba serta bekerja sesuai jabatan yang diamanatkan kepadanya dengan ikhlas.

Pekerjaan Kristine Harpeni Sitompul ini kerap diremehkan para laki-laki, tetapi tak membuat Kristine menyerah. Hampir dua tahun menjalani profesi sebagai mandor, Kristine kembali mendapatkan kesempatan untuk bergabung sebagai Asisstant Trainee. Tak lama berselang, kerja kerasnya pun membawa hasil. Kini, ia dipercaya untuk menjadi Manager Incharge di Kerinci Central Nursery (KCN) 2 yang mengelola Nursery dengan target 24 juta bibit  per tahun untuk plantation dengan membawahi 220 tenaga kerja staff dan non staff.

“Walaupun saya ketika itu tidak memiliki kesempatan yang sama dengan teman-teman angkatan saya, saya bisa membuktikan saat ini bisa berdiri sejajar dengan mereka,” ucapnya dengan tegas.

Selain itu, kerja keras Kristine pun tidak sia-sia. Pada 2016 ia terpilih untuk pergi ke Brasil untuk studi banding Nursery. Dia merasa senang sekaligus bingung, mengapa ia yang dipilih oleh perusahaan untuk pergi ke Brasil.

"Itu adalah perjalanan yang luar biasa. Sejak saya mengunjungi Brasil, pandangan saya tentang kehutanan sekarang menjadi lebih luas. Ada banyak perbaikan yang bisa kita lakukan. Ada banyak inovasi yang bisa kita lakukan di sini. Setiap perempuan bisa menjadi orang sukses, jangan takut dan tetap fokus, itulah kunci untuk mencapai itu. Jika Anda memiliki kompetensi dan Anda diasah, maka keberhasilan akan datang kepada Anda", ujar Kristine.

Selamat Hari Perempuan Internasional !!


Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...