Skip to main content

2014


Halo..
Udah di pertengahan Januari 2014 ya, udah setahun gak buka blog..hehehe


Udah setahun aja ya.. 2013 ke 2014, waktu emang gak kerasa, soalnya waktu gak pernah ditunggu, coba deh di tunggu, lama..
Apa aja yang udah terjadi di 2013?

Udah Touring pake motor tua, udah seminar proposal alias ujian judul, liburan ke hutan, ke Tesso Nillo, sehabis penelitian di Desa Kembang Bungo, KKN alias kuliah kerja nyantet, eh nyata, Gathering ke Bogor, trus rumusan masalah skripsi di tukar, dan 27 Desember 2013 skripsi saya di setujuin pembimbing, Alhamdulillah dan Ketemu orang yang buat sayaa.... hehehehheheheh ya sudahlah, semoga bisa bertemu lagi di tahun ini heheheh, bisa ngobrol banyak lagi hehehehhehehhehe amin.

Sebenarnya banyak sih, tapi yang cuma paling diinget ya itu.

Hal yang paling saya rasakan di tahun 2013 adalah perubahan dari diri saya. Menurut saya sendiri tahun lalu adalah tahun pendewasaan diri tahap awal. Saya bisa melihat orang-orang yang hanya berteman ketika ada perlunya saja, ketika butuh saja, tulus dan tidak tulus. Tahun lalu adalah tahun yang buat saya tidak percaya dengan kata persahabatan, semoga saya salah, tetapi sekarang, i don't believe about bestfriend.

2013 juga tahun saya belum bisa untuk tidak berpindah hati, entah mengapa, saya belum bisa berpindah. Walaupun tidak berharap lebih, saya belum bisa. Bertemu dengan orang yang berbeda, susah untuk menganggap "ya udah".


Semoga tahun 2014 dilalui dengan penuh semangat, semakin produktif, bisa berkarya.

belagak seram

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...