Skip to main content

KRS




Aduh,capeknya belum hilang,padahal kamis hari terakhir acara penyambutan MABA di kampus. Yang ditutup oleh unjuk rasa mahasiswa dari seluruh kelembagaan kampus,dari BEM,HMJ,LSO yang ada di fisip karena mahasiswa menuntut keadilan dan ingin diangaap keberadaannya di kampus,karena ini tahun kedua peranan mahasiswa tidak dianggap oleh pihak dekanat kampus.Mungkin mereka kurang kerjaan ya,sehingga ngurus acara mahasiswa atau unjuk rasa itu diprovokasi oleh pihak tertentu. Gue sendiri sebenarnya gak ikut demo,ikut ngeliatin aja,biasanya motret motret,tapi karena kamera hilang udah enggak lagi,sedih hiks.Semoga dapet yang lebih baik.

*****
Alhamdulillah kemaren gue selesai ngisi KRS dan akhirnya gue dapet kelas hahaha. gue cuek banget ngisi krs,gue ambil 6 mata kuliah yang harusnya ambil 7 mata kuliah,gue pergi ke biro jurusan gue buat nanya 

"Mas,politik hukum agraria itu harus ambil di jurusan ilmu pemerintahan trus mambil di semester ini ya?"
"Gak re,kan kamu udah ambil kepemimpinan di semester ini,semester depan gak apa apa ambil mata kuliah PHA itu"

Gue tanya senior gue dan temen gue yang jurusan IP,eh rupanya kelas PHA itu ada di semester ganjil dan gue seperti biasa kena ceramah sama senior gue karena gue sering cuek banget soal krs-an. Gue disuruh ambil semester ini supaya bisa lebih enteng di semester depan, katanya gitu.

Gue lansung isi krs gue di lab.adm negara sama admin @sos_ur,eh pas ngisi kelas,kelas bentroklah,penuhlah. Gue mikir gimana harus dapat kelas PHA itu. Bodo amat gak ada temen disana,bodo amat sama isi kelasnya,  yang penting dapet kelas PHA. Gue akhirnya rela mengganti kelas yang jadwalnya yang gak gue banget demi dapetin kelas PHA. Alhamdulilah,akhirnya dapet kelas walaupun ada yang beberapa kelas yang isiya ada 20 dan 15 orang dan kuliahnya pagi-pagi buta.Ah,udah biasa,semester-semester sebelumnya sering dapet kelas yang isinya kayak kelas gue waktu SD, 20 orang.HAHAHA

Gue tinggal ngelapor sama Penasehat Akademis gue, mister Ujang, tapi gue masih belum siap mental menemui beliau karena ip gue turun di semester ini. Belajar dari pengalaman semester 2 yang IP gue jatuh bebas itu gue harus siapin mental walaupun gak jatuh bebas kayak di semester 2. Semoga hari senin besok beliau ada dan gue udah siap mental nemuin beliau.

Tadi ada bom yang meledak di depok,gue inget AKIBARA,semoga dia baik-bauk saja disana ya.Semacam kangen ngobrol. Mungkin sibuk karena udah kuliah ,ora popo. Hahhaa
*Kok fotonya kayak kayak gitu,ternyata gitu ya pake blog pake hp

Published with Blogger-droid v2.0.9

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...