Skip to main content

Tanpa Arah

Malam Minggu.
Sabtu Malam.
Ah,sama aja,mau itu namanya malam minggu,sabtu malam,gue tetep dirumah.Gue seperti tanpa arah gitu,seperti tak tahu kemana,berjalan tanpa sebuah arah dan tak pernah aku merasakan cinta yang nyata seperti dirimu.Eh,kok malah nyanyi ya gue.Gak ada yang spesial di sabtu malam kecuali besoknya hari minggu,hari libur,biasanya gue main basket,tapi sekarang gue gak ada temen buat main basket.Gue galau.Gue butuh teman,buat main basket.

Malam minggu biasanya gue ya seperti hari-hari sebelumnya,diam drumah,nonton,ngenet,ngerjain tugas,beli cadburry cincau,sate madura,monoton bangetkan.Gue butuh perubahan,butuh yang baru,gak monoton kayak gini.Bukannya gak bersyukur,gue butuh hidup yang berwarna,seperti pelangi tapi gue gak mau ada warna merah jambu.

Ada temen yang bilang,hidup gue itu tersistem dengan baik,semua tugas kuliah dan rencana gue buat ngelakuin sesuatu berhasil dengan sukses dilakukan.Gue mendengar itu,ya gue ketawalah,gimana gak,masih banyak rencana di kegiatan gue hari-hari itu ada yang gak gue jalanin,kayak sekarang,harsnya gue pulang kuliah tadi,harusnya gue ke pustaka wilayah buat minjem buku,tapi gue belok ke rumah dan tidur.Karena gue ingat,jam 1 ada NBL Indonesia antara SM britama vs Pelita Jaya Esia dan pertandingan berlansung sengit karena SM yang disebut-sebut tim juara,kalah setengah bola di detik-detik terakhir.Tapi itulah beautiful game yang pernah gue tonton sepanjang masa.Bona dengan 3pt shootnya dari luar garis 3 point yang jauh.Wisnu dengan crossovernya yg keren,suka masuk-masuk gitu.faisal dengan kelincahannya.Tapi dodo kurang bagus menurut gue.Tapi gue tetep suka Dimaz Muharri.HAHA.Eh,kok ngomongin NBL.
Itu salah satu contohnya.

Sejak dapet beasiswa,gue jadi semangat kuliah,jadi mikirin time-time di perkuliahan gue harus ngapain aja.Udah gue susun.Tapi dimana ada niat,disitu ada cobaan.Penyakit itu terus datang menghampiri gue,MALAS.Ah,coba ada penawar racun ini.Disini gue mencoba untuk mikirin prioritas utama gue apa.itu yang ada setiap ngelakuin sesuatu,termasuk kuliah adalah prioritas utama gue .

Sejalan dengan prioritas utama gue itu,gue jadi monoton hidup gue.Ya mungkin gue berusaha mengalihkan ke basket.Gue mikir badan udah lumayan sehat,dan sekarang saatnya buat latihan setelah 2 tahun gak.Semoga bisa di capai.Gue lagi milih club bersama temen gue.Semoga bisa ya,doakan ya teman-teman semuaaaaaaaaa.

Ini cuplikan gambar sensasional gue,kata temen gue cocok di majalah p**yboy,entah dari mana cucoknya

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...