Skip to main content

Ketidakjelasan Ini

Jam segini harusnya gue tidur,soalnya besok gue kuliah jam 8 pagi dan am 2 siang.Yang jam 2 siang itu gue UTS sosiologi agama.Gue belum belajar,rada gak semangat lagi belajar,gak seperti sewaktu gue belajar buat UTS Teori Sosiologi klasik.Coba aja semangat itu bisa di rewind.Ya sudahla besok gue belajarnya.

Keluarga gue dalam keadaan berduka,tadi malam,tante gue berpulang kerahmatullah karena stroke.Dan gue sekarang sendirian,karena babe,abang,dan kakak gue berangkat jam 12 malam kemaren.Gue gak berangkat,karena gak dibolehin karena jumat ini gue UTS.Sebenernya gak ngaruh juga,tapi babe gue gak ngebolehin karena bagi dia,kuliah itu kalo gak datang satu kali aja,kita yang rugi,soalnya 1 mata kuliah 4 kali dalam sebulan. Selamat Jalan Tante.

Tiba-tiba mood jatuh bebas seperti dapat gaya gravitasi. Sesuatu yang selalu bikin gue,harus nahan amarah gue,gak tau mau ngeluapin dimana,termasuk di blog ini,gak bisa. 

Gue belum ngerti sama sebuah keadaan yang bikin gue bingung,ya iyalah,namanya lagi bingung,tentu gak ngerti.hahaha.
Gue belum bisa tertawa seperti dul,semester 1,seperti tertawa dan senang sewaktu SMA.Sekarang ini beda.Seperti ada yang ngebuat ,ada yang ngerancang dan gue,gak tau.
Yang bikin senang sekarang cuma basket.Udah 2 tahun gak main,hahahah.akhirnyaaaaaa.Gue udah mulai main basket walaupun kaki gue dan pinggang gue mesti sakit,badan gue lemes banget sehabis main,api itu cukup buat gue lupain apa yang nyesek dalam pikiran dan hati gue,walaupun hanya sementara. Setidaknya itu yang buat gue senang sekarang ini.Masa-masa dilema ini yang bikin gue bingung sama semuanya.

Gue senang kuliah di FISIP.Kehidupannya yang kompleks banget.Contohnya,anak-anak FISIP terkenal cuek,jadinya mereka gak bakalan mau ikut campur urusan orang,mau si cewek ngerokok atau jadi ayam kampus,atau apalah.Gak bakal ngurusin kehidupan orang lain,penampilan ya emang ada yang cuek,fashionista dan seperti gue,gembelnista. hahaha.FISIP memang punya cerita tersendiri,FISIP itu oke.Gue bukan bilang kalo fakultas lain gak oke,karena FISIP punya ikatan bathin tersendiri .

Gue lagi suka hidup di dunia maya,kalo didunia nyata banyak yang pake topeng,ya banyak muka,kalo di dunia maya,kita sebatas tahu mereka,dengan melihat tulisan mereka,kita bisa tau orang ini  gimana .cailah.
Didunia nyata terlalu banyak memflase kehidupan,banyak batasan,banyak aturan.Kalo didunia maya gak,sesuka hatii.Seperti di blog gue,gue bisa cerita apa aja,bisa nyingung siapa aja yang meraa tersingungg,jadinya gk ada konfik fisik,sakit hati itu terkadang ada,tapi gak permanen.

Udah dulu aha,makin gak jelas gue ngomong apa.
Selamat Hari Jumat


Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...