Skip to main content

Tidak seperti tulisan kemarin

Banyak yang diprotes saa yang baca blog gue kalo gue jarang banget posting ,kalo posting pun isinya sedih sedih aja.Tapi itulah yang sebenarnya gue rasain sekarang.
Gak usah di tanya kenapa,ikutin aja tulisan tulisan yang sebelumnya.

Kemaren Indonesia Merdeka.Dan hari ini gue membeli buku NASIONAL.IS.ME nya Pandji Pragiwaksono wongyoyusodo. Gue udah ada buku e-nya sih,tapi pengen aja beli yang bentuk fisiknya,Gue terisnpirasi banget sama semangatnya pandji.Banget. Bacalah buku ini, nginspirasi banget.

Gue buka twit dari seorang anak ekonomi angkatan 3 thun diatas gue yang bilangin gak pengen Nasionalis.Mungkin dia gk tau ya apa arti nasionalis. Banyak dari mereka yg menyalah artikan ,gue kaget banget setelah buka portal,nilai statstik gue dari yg C berubah ke B. Semoga ini bukan mimpi dan bukan karena portal kampus gue lagi galau. Balik lagi Arti dari nasionalisme yang sebenarnya , Sebuah paham yang meyakini bahwa perbedaan dalan sebuah negara harus dipersatukan. Kalo menurut Wikipedia, Satu paham yang menciptakan dan mempertahankan kedaulatan sebuah negara dengan mewujudkan satu konsep identitas besama untuk sekelompok manusia.

Ternyata anak jaman sekarang banyak cinta sama negara Indoneia. Gue cinta Indonesia,gue pengen berkarya buat bangsague,tapi gue belum  sepenuhnya nemuin passion gue apa, yang gue suka ya menulis blog gue,membaca buku ttg Indonesia, mangajak teman-teman membaca blog gue tentang cinta negara ini.Mungkin sekarang cuma itu yang bisa gue lakuin. Gue pengen setelah lulus,punya duit,ngediriin rumah singgah buat anak anak jalanan yang tingga dijalan. Miris banget liat mereka. Semoga gue bisa ya teman-teman.

Alhamdulillah juga,gue lulus tes psikotes beasiswa tanoto.tanggal 15 september besok.gue tes wawancara.Semoga gue dapat beasiswa itu.Amin.Doain gue ya.

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...