Skip to main content

I don't know how to change this all

Assalamualaikum gue sari alias re alias pisang (nama gue udah kayak teroris aja ya,tapi maaf gue bukan teroris).
Seperti yang gue bilang yang sudah-sudah.gue jarang banget online di pc,jadi gue jarang browsing,ini demi sebuah kesehatan.aheuaheuaheuaheu.

Ada sesuatu yang pengen banget gue tulis,gue bagi sama kalian. kali ini gue pengen berbagi kesedihan gue sama kalian yang baca blog gue ini. 

Masih seperti keadaan gue yang kemaren-kemaren,sedih.Itu yang cuma bisa diungkapin sekarang.Emang gak sesedih kemaren-kemaren,tapi masih tetep judulnya sedih. Seseorang yang berubah,gak seperti biasanya. Yang dulunya sebelum semua itu terjadi,sebelum anggap meanggap,sebelum semuanya campur bercampur. Yang jelas sebelum ip gue terjun bebas.

Semuanya terasa enak dilakuin bareng-bareng. Gue takut menulis ini. Gue takut. Takut disudutin. Disalahin,seperti gue ini seorang yang buruk. Emang gue buruk,tapi gak seperti apa yang mereka lihat.Mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya bisa mendengarkan,mereka gak tahu apa yang gue rasain,mereka bukan dalam posisi gue. Sedih banget saat itu,sedih.

Ah.sudahlah,sudah berlalu.
Sebelum semua itu terjadi,semua berjalan seperti biasa. Seperti merasa kebersamaan kami dulu,seperti semuanya bisa terkalahin.Melangkah dengan hebat,becanda,sedih,senang tawa,semuanya di bagi. Sekarang.Tidak sama sekali.semua berjalan sendiri.Gue selalu cerita apa yang gue rasain. Yang namaya sama-sama gak ada ,bahkan jarang.Semoga kamu bisa merubah itu, kawan. Tulisan ini tak seindah dulu.

Minta gue berubah,gue berubah,apakah kamu bisa kawan ? jangan sedih karena hal itu,gue ada sama dibelakang.Kita bakalan terus sama-sama . Gue gak akan ninggalin. Gue udah janji.

Gue pengen merubah sesuatu yang gak disuka,gue pengen,tapi gue gak tau gimana nunjukinnya.Ini hal yang selalu berputar mengelilingi otak gue. Gue gak tau gimana caranya untuk merubah pemikiran bahwa kami normal :'(



bingung yah ? hanya gue dan dia yang tau.

"Dibalik keceriaan tersimpan sebuah kesedihan"

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...