Skip to main content

Ujian Akhir Semester

Halloo Teman-teman ..
Thanks udah baca blog gue,buka,mengilhami,dan gue senang lo udah baca blog gue. Gue seneng banget udah baca blog gue, gue terharu banget,sampe dalam waktu 2 hari udah 20 orang buka blog gue .Terima kasih.

cerita-cerita ini deh gue ya :

Senin depan Gue uda UAS (terdengar teriakan-teriakan para mahasiswa) . Jadwal UAS belom pasti, biasanya sesuai sama jadwal mata kuliah gue.Semester kemaren kayak gitu,mungkin sekarang juga kayak gitu. Uas di kampus gue, pake baju Hitam putih,apalagi sekarang harus putih polos,celana hitam dan tidak lupa memakai sepatu.

Pengawasnya dari dekanat.orang-orang staff prodi jurusan yang ada di fisip. Gimana mereka ngawas? ada yang baik,ada yang lumayan,ada yang kayak srigala. Tapi semester 1 kemaren,gue dapet yang berhati baik. hehehe. semoga mereka masuk surga.

Mata kuliah gue yang diujikan 



Gue belum belajar sama sekali,buka buku aja,nggak ada gambar,gue tutup lagi. Apalagi statistik,ngitungnya sepanjang jalan kenangan, gue iya,agak suka ngitung-ngitung,tapi yang ini, panjangnya lebih dari rumus fisika yang gue dapet pas SMA dulu.Gila

Semoga Ip gue nggak turun deh semester 2 ini dan beasiswanya dapet !
doakan ya. Nanti ada sesuatu dari gue yang ngedoain gue.

Doakan gue ya teman teman ,ehh doakan juga adik sahabat gue vadel,malam tadi oprasi usu buntu,doakan cepet sembuh ya teman-teman.


foto lama gue baru dapet,kls 2 SMA 

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...