Skip to main content

Bahagiaaaa

Haiii..


Gimana hari minggunya? bahagia mungkin.hahaha.Gue kembali lagi nih ,dari tadi gue pengen nulis aja,buka blog,ngenet,online, itu aja sih kerjaan gue hari minggu ini.Dan yang paling mengharukan banget,gue belum ngapa-ngapain dari gue bangun tadi.hehhee.Maklum,jarang-banget gue kayak gini,dapet hari libur yang mantep banget.Tapi,ini nih ada tapinya,kaki gue bengkak,kemaren main futsal,untuk aja konterpen,terima kasih konterpen.


Banyak orang yang bilang " kerja lo ngeblog aja sih " maaf banget. Ngeblog buka suatu pekerjaan ,tapi hobi gue,gue ngeblog aktif baru setahun belakangan ini,padahal gue ngeblog dari 2008 entah 2009 gue lupa. Waktu itu isinya unek-unek gue nggak suka sama orang,emosi nggak jelas sama orang.pokoknya marah-marah nggak jelas deh Sekarang ? masih juga dikit,tapi intensitas gue marah-marah di blog itu agak kurang jauh dengan gue pertama kali nulis di blog.

Banyak yang ngira gue mahir ngeblog,padahal nggak men,gue ilmu ngeblog masih ceteng banget,masih banyak hal-hal menulis dan ngotak atik blog yang mesti gue pelajarin. Tapi gue siapa membantu sekedar ngajarin awal-awal sama siapa aja,selagi gue bisa dan gue sanggup.

Sekarang gue nulis di blog isinya random abis,dari mereka yang nginspirasi gue,kehidupan politik negeri ini,seperti gue nulis lepas, agak melenceng dari The Daily Diary of Ree Bastian, tapi nggak apa-apa, gue berlatih jadi orang yang kritis tapi masih wajar dan gue berusaha nggak ngasih kritikan aja,gue juga mencoba ngasih solusi buat masalah yang dihadapin.

Kalo cerita ngeblog, kisah seram pernah gue alamin, nggak perlu gue ceritain  panjang lebar,yang jelas karena blog gue bisa kena DO dari sekolah gue cuma karena gue dan temen-temen gue pengen ngeluarin pendapat dan menurut kami hal itu wajar,tapi tidak diterima oleh sang guru.Dan yang ngebuat blog gue itu ya gue,jadi gue yang kena. Yang berlalu ya sudahlah yang jelas gue udah lulus dari sekolahan itu.

Gue nikmatin hidup gue yang kayak sekarang,misalnya ngeblog.karena dengan cara kita sendiri kita bisa nikmatin hidup, bisa buat kita bahagia.Cuma kita sendiri yang buat hidup kita bahagia,kalo iya orang lain yang buat hidup bahagia,bahagianya sementara.


Gue pernah baca tulisan ini
"Lo bergaul dengan siapapun,mau itu anak sekolahan,kuliah,ataupun udah kerja yang penting lo harus bisa ngebuat mereka nyaman sama lo"
Ini gue baca di status facebook gue.hehhee. Gue pengen bisa buat orang senyaman mungkin sama gue,bisa buat mereka tertawa,senang kenal sama gue.Setidaknya gue bisa buat mereka bahagia,walaupun sementara.

Ah udah ah, gue udahan nulisnya,udah gerah banget,pengen mandi dengan bahagia,nyampo dengan bahagia.hhhahaha
tapi gue pengen nyanyiin ini dulu buat dia
" aku dan kmuu selalu bersamaaaa,habiskan malammmmmm walau tanpa bintangggg "
lagu ini gue dedikasikan buat komputer gue

Selamat UAs bagi teman-teman yang UAS semoga bisa ngejawab soal-soal dengan baik dan benar,dan jangan pelit sama teman ya

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...