Skip to main content

Langit pun Menangis

Selamat malam.
Rada dingin udara kota gue ini yang biasa panas, terima kasih ya Allah,engkua telah memberikan rezeki kepada tukang bakso dan yang jualan gorengan,tapi kasihan yang jualan jus.
Hari ini gue booking tempat buat main futsal di gajah mada futsal bareng pue,pera,adek pue dan si tery alias mobil pue.Kak tari nggak ikut karena harus gotong royong dirumah,dan resha pergi sama papa tercinta. Ternyata cuma nggak nyampe 5 menit mesan kami bayar parkir 2000 rupiah,cuma nabung aja disana 2000.Trus kami lanjutin ke yoghurt house dan ternyata teman-teman terkasih itu punya temen gue si mbake pramashavira , yang jelas gue nggak makan yoghurt disana karena gue nggak suka, apaan tuh susu basi dimakan,hahahaha.Disana gue juga ketemu sama Tiwi,sesri dan gue baru menyadari kalo gue adalah sodara rani,hahaha.Nggak tau darimana,yang jelas kami sodara.hahaha. Gue mesan pisang bakar yang rasanya dewa menurut gue dan teh es pastinjjjaaa.Habis makan gue main piano bareng tiwi yang ada di sana., tapi intinya cuma nekan-nekan aja si tiwi yang minta ajarin lagu bunda sama gue (pamerrrrrr hahaha).


Disiang yang Indah ini tetangga gue meninggal akibat sakit yang dideritanya.Namanya kak nia, anaknya cantik dan satu-satunya anak perempuan di keluarganya.Beliau udah lama sakit,beliau nggak sempat cuci darah karena Hb-nya rendah.Dan saat perjalanan gue cerita sama pue,pera tentang pacarnya adek teman gue adina islami,Ramdhano Isnan  juga telah meninggal setelah 2 bulan koma karena kecelakaan. Mungkin Allah sayang sama keduanya ,udah berjuang melawan sakit mereka selama ini dan ini mungkin akhirnya.Mereka nggak ngerasain sakit lagi.Langitpun menangis karena kepergian mereka.Selamat jalan buat mereka semoga ibadahnya di terima disisi Allah.
Dan ini pelajaran buat kita kalo semuanya diatur Allah.Gue lansung shalat,gue nggak tau bawa apa kalo gue nggak ibadah sama Allah.Semuanya nggak kekal.


Tadi kakak gue bukain portal gue dannnnn nilai Pengantar sosiologi gue udah keluar.dan gue puas banget dengan hasilnya karena perjuangan gue selama ini dan dibayar dengan hasil yang puas ,semoga babe gue bangga dengan nilai sosial gue dan gue bisa buktiin gue bisa.


senyumku mengalihkan dunia.hahaha

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...