Skip to main content

Hooorrrrreeeeeee

Hooorrreeee..
Gue seneng banget nih, modem ada lagi dirumah, setelah tragedi pelemparan modem kemaren, jadinya gue nggak bisa apa-apa dirumah, cuma nonton tv aja, dan hal yang ngebuat gue njarang ngenet sekarang ini adalah tugas yang bikin mencret. Dari tugas politik, sosiologi, dan semua itu udah selesai, dan masih ada tugas yaitu BAHASA. Semoga inilah awal dari kesuksesan gue.
Tugas sosiologi yang bikin otak gue mencret tentang Jaringan sosial,kita meneliti tentang adanya persahabatan / terjadinya kelompok di dalam orang-orang yang kita teliti. Dan sekalian juga ketahuan orang yang mudah bersosialisai sama orang lain. Dan gue orang yang pertama banyak dapat jaringan dari orang lain dari penelitian gue ini..hehehe.
Nggak rumit sih, yang susahnya bikin sociografnya. Yang sejurusan sama gue mungkin tau apa itu sociograf. Gue dapet kek gini gambarnya, gue namain aja Random sociograf, karena acak-acakan banget, gue pusing gimana lagi buatnya, responden gue banyak banget menebarkan jaringan.

terlalu banyak menebar jaring
yang panahnya berwarna itu adanya hubungan timbal balik,sedangkan yang nggak ada warnanya, bertepuk sebelah tangan, dia merasa dekat orang itu, tapi orang tersebut tidak merasa dekat dengannya. kasiannnn.
Gue udah ngumpulin tugasnya tadi, gue pengen nilai yang lebih.hehhee
kalo Buk mita baca, nilai saya lebih ya buk :) hehhe
Ini yang buat tugas itu lama. Semoga nilai gue bagus.

 Gue ada dapat kabar tentang FBnya yang ngina muhammad itu, gue lupa, pendapat gue itu, yang bikin orang sakit jiwa, kayak dia bener aja, kita punya agama kita masing-masing, jadi urus masing-masing aja deh, kalo nggak salah namanya fatimah binti apalah gitu, mungkin binti mencret, yang jelas, kalo lo baca blog gue, mending lo hina didepan muslim lagi, biar kena tembak lo mati, mati dimakan cacing. Mending lo hapus deh, FB lo yang nggak jelas, buat ketentraman umat jadi terganggu. middle finger for you deh.

Udah malam nih, gue mau tidur, besok kuliah politik dan traktiran tifuckni dan putri :*

buat teman-teman sosiologi kakanda, teman-teman,yang mampir kesini, buka blog sosiologi ya ada Undangan acara buat kita semua .

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...