Skip to main content

Dan Saat Ini Gue Berpikir Hal-Hal yang Tidak Jelas

Selamat malam,
Gue abis dari MCU, dan gue nggak mau cerita cerita disini karena gue ingat kata pelatih gue Bang Agra, jangan liatin kalo kita lagi sakit. Karena kita yang ngerasain . Dan ini private banget. Dan nggak mungkin disini gue tulis.  Itu katanya Bang Agra. Oh ya, gue tadi nggak latian, gue malas, nggak semangat, dan untungnya hari ini latian kuda-kuda, gue dulu udah ngerasain gimana latian kuda-kuda itu , capek banget kaki ni. Semoga besok nggak latian gitu lagi.

Malam ini gue banyak pikiran ,lagi malas ngapa-ngapain, gue cuma buka blog gue, nulis ini, tadi sih pengen buka power point,tapi nggak bisa di install, ntah kapan gue bisa ngerjain tugas di kompi butut ini. Pikiran gue lagi ngambang, nggak tau kemana, badan nggak enak, seperti turun mesin. hahhaa

Oke, ini yang gue pikirin sekarang :
1. Gue pengen dekat terus sama pacar.
2. gue pengen bisa buat sesuatu yang berarti buat kakak gue, karena gue belum penah buat sesuatu buat kakak gue.
3. gue pengen beli notebook, walaupun di rumah ada, tapi gue nggak punya dan nggak bisa make, gue pengen punya pribadi. cuma gue yang make.
4. gue pengen 9500 maksudnya hp, gue jatuh hati sama tuh hp.
5. gue pengen bisa selesain kuliah gue cepat, dapat kerja cepat, buktiin ke mereka kalo gue juga bisa sukses kayak mereka.
6. gue pengen disukai sama semua orang.
7 gue pengen hubungan gue dengan mereka baik-baik aja.
8. gue pengen mio diganti CBR.haha
9. gue pengen jadi ketua IMS.haha
10. gue pengen dapat beasiswa, jadi uangnya bisa buat gue nabung.
11. gue pengen buat sesuatu yang berarti buat hidup gue, dan orang lain.
12. gue pengen sehat sehat aja.
13.gue pengen jadi atlet basket nasional
14.gue pengen KTP gue selesai
15. gue pengen lancar bawa motor dan mobil.haha
16. gue pengen kamera gue balik kayak dulu.
17. gue pengen punya ATM lagi.hahha

Banyak lagi sih, yang gue pengen, tapi susah di keluarin. Gue sekarang lebih milih buat usaha ngedapetin apa yang gue mau. tapi KTP gue belum selesai, gimana caranya, setiap gue minta urus, yang ditanya materai 6000, gue nggak punya. halah halah halah.

Besok gue kuliah Pengantar Sosiologi, semoga gue dapat point .amin.

Maaf gue meyampah lagi.Serasa semua itu kebeli..hahha

Sampai jumpa di postingan gue berikutnya ya ;)

Comments

Popular posts from this blog

Teori Sosiologi Dan Cinta

Saya tak sengaja terdampar kuliah di jurusan ini. Saya sudah melalui empat semester  di sosiologi UR alias Universitas Riau . Jatuh bangun sama IP sudah saya rasakan, banyak tugas yang sudah saya kerjakan (biasa aja sih sebenernya tugasnya, agak di dramatisir aja) sudah 2 orang senior yang jadiin saya responden (nah di bagian ini sebenernya gak suka, begitu bermasalahkah diri saya sehingga harus diteliti,oke, positif aja, mungkin saya unik. hehehe) . Kalau dipikir-pikir (kali ini saya tumben mikir) sosiologi itu mempelajari semuanya loh, bukan hanya agama, perkotaan, pedesaan, kesehatan, lingkungan, hukum, tapi juga hal yang paling absurd di dunia ini yang bernama CINTA . Iya, cinta. Harusnya mahasiswa sosiologi tidak ada yang jomblo karena ada beberapa teori yang mengaitkan tentang ini. Tidak ada yang ngemis-ngemis cinta atau miskin cinta atau bahkan fakir asmara.  PDKT alias PENDEKATAN itu bisa jadi terinspirasi dari teori kakek sosiolog yang mungkin beliau ter...

Mencoba Menemukan Ketenangan di Tengah Riuhnya Kehidupan

Hidup itu seperti berada di atas papan selancar, terkadang ombaknya tenang, terkadang menggulung-gulung seperti monster raksasa. Dan jujur saja, dalam beberapa bulan terakhir, rasanya saya lebih sering terhempas ombak daripada berdiri gagah di atasnya. Cemas? Oh, cemas itu sudah seperti teman lama yang tak diundang datang setiap hari. Mood buruk? Rasanya seperti awan hitam yang terus menempel di kepala, bahkan saat cuaca cerah. Bayangkan saja, saya, yang dulu penuh semangat menjalani hari-hari, tiba-tiba merasa kehilangan minat pada hal-hal yang biasa saya cintai. Olahraga? Sudah seperti cinta lama yang tak berbalas. Buku? Seakan huruf-huruf di dalamnya berubah menjadi semut-semut yang berlarian tanpa arah. Bahkan serial drama Korea yang biasanya menjadi sahabat setia saat malam datang, kini hanya menjadi tontonan latar belakang saat pikiran saya melayang entah ke mana. Hidup saya, meskipun penuh potensi, kadang terasa seperti teka-teki tanpa petunjuk. Saya berusaha sebaik mungkin untu...

Towards The Light

Pagi menjelang, dan alarm berbunyi dengan suara yang sama. Saya membuka mata, tetapi rasanya berat untuk bangkit dari tempat tidur. Setiap hari terasa seperti pengulangan yang sama, itu hanya sebuah tanda bahwa saya masih melanjutkan hidup. Hari-hari berlalu, dan saya merasa terjebak dalam rutinitas yang tak kunjung berubah. Menjalani hari demi hari adalah pekerjaan yang berat, dan saya seperti penonton dalam film yang tidak berujung, menjalani momen yang itu-itu saja tanpa perkembangan. Ketidakpuasan ini membuat saya merasa kosong. Seperti banyak orang, saya berusaha menemukan cara untuk tumbuh, tetapi saat ini, satu-satunya ruang untuk berkembang adalah melalui kembali ke bangku sekolah—sebuah pelarian kecil dari kenyataan yang menyedihkan. Dalam kesibukan itu, saya merindukan kehidupan yang lebih bermakna—kehidupan di mana saya berusaha untuk hidup sepenuhnya, bukan hanya bertahan. Saya bukannya tidak bahagia, tetapi aku juga tidak merasa bahagia. Saya teringat saat-saat ketika saya...